. Permainan bulutangkis di indonesia | shoyou68w
Permainan bulutangkis di indonesia

Permainan bulutangkis di indonesia

Artikel Bulu Tangkis – Perubahan Bulutangkis di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan evolusi bangsa Indonesia, sejak waktu sebelum revolusi fisik, pergerakan kemerdekaan, s/d periode pembangunan masa-masa orde baru ketika ini.

Sebagian orang Belanda membawa type cabang. berolahraga ini, dan pelajar-pelajar Indonesia yang kembali belajar dari luar negeri, secara cepat jadikan cabang berolahraga ini digemari penduduk.

Berikut ini rangkuman singkat tulisan bulu tangkis:

Artikel Sejarah Bulu Tangkis

Pada seputar tahun 40 – an, cabang ini telah merasuk di tiap-tiap pelosok penduduk. Akan namun cabang berolahraga ini baru temukan format organisasinya setelah tiga tahun diselenggarakan PON I di Solo 1948.

Persisnya tanggal 5 Mei 1951, Persatuan Bulutangkis Indonesia baru terbuat disingkat PBSI di kota Bandung. Pekerjaan yang meriah, laga pertandingan yang teratur, kurun masa-masa tujuh tahun sudah membawa hasil yang positif yakni kesuksesan merampas Thomas Cup, simbol supremasi dunia Bulutangkis.

Hampir tidak bisa diterima akal menurut keterangan dari pertimbangan ilmiah, bangsa yang barusan hancur sebab perang kemerdekaan, nyatanya dapat menjangkau prestasi berkilauan didunia internasional.

Kesuksesan ini bukan hanya mengagetkan Tempatbet55 dari arti prestasi, tapi pun memberi akibat yang mantap. Kesuksesan tersebut sekaligus pun menarik perhatian pemerintah penduduk, sampai semenjak tahun 1958 itu, PBSI tak bakal bekerja seseorang diri.

Tidak saja hasil di Thomas Cup, mulai semenjak itu sejumlah pemain Indonesia bisa tunjukkan prestasinya di sejumlah kompetisi internasional, laksana All England, Asian Games, Uber Cup serta lain-lainnya.

Oleh sebab perubahannya lumayan sudah luas, sebab itu perlu dibangun organisasi yang akan menata pekerjaan bulutangkis. Organisasi itu disebut “Internasional Badminton Federation” (IBF) pada tanggal 5 Juli 1934.

Di Indonesia sendiri diciptakan organisasi induk tingkat nasional yaitu Persatuan Bulutangkis Semua Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Lalu pada tahun 1953 Indonesia jadi anggota IBF. Dengan begitu Indonesia mempunyai hak guna ikuti perandingan-pertandingan Internasional.

Artikel Permainan Bulu Tangkis | Ketentuan

Ketentuan permainan badminton diputuskan oleh WBF (World Badminton Federation). Beberapa ketentuan tersebut adalah:

1. Ukuran Lapangan
a. Garis didalam lapangan dibuntuti dengan warna putih, hitam, atau warna yang beda yang terlihat jelas, dengan tebal garis 3, 8 cm (1½ inci). Dalam menandai lapangan, lebar dari garis tengah lapangan harus dipecah dua, sama pada unsur servis kanan serta kiri.

Ketebalan garis servis pendek serta garis servis panajng (semasing 3, 8 cm atau (1½ inci) harus terdapat didalam ukuran 13” atau sama pun dengan 3, 96 m yang tertera menjadi panjang lapangan servis.

Serta ketebalan dari seluruh garis batasnya (semasing 3, 8 cm atau 1½ inci) harus terdapat dalam batas ukuran yang telah dipastikan.

b. Bila ruangan yang terdapat tidak sangat barangkali pemberian sinyal batas lapangan guna permainan ganda, dapat dibikin pertanda cuma guna permainan tunggal.

Garis batas belakang pun jadi garis servis panjang, serta tiang-tiang atau garis batas pada jaring akan ditaruh pada garis samping lapangan.

2. Tiang
Tinggi ke-2 tiang adalah155 cm (5 kaki 1 inci) dari lantai. Tiang harus kuat, agar jaring tegang serta lurus serta ditaruh pada garis batas samping lapangan.

3. Jaring
Jaring harus dibuat dari tali halus yang diciptakan serta dijala dengan jaring 1, 6 cm s/d 2, 0 cm. Di samping itu, jaring harus terentang 76 cm. Ujung atas jaring harus terdapat 152 cm (5 kaki) dari lantai pada pertengahan lapangan serta 155 cm dari lantai pada tiang-tiangnya.

Oleh karena tersebut jaring harus mempunyai pinggir dari pita putih selebar 3, 8 cm, dan sisi tengah pita tersebut di dukung oleh kawat atau tali, yang ditarik serta ditegangkan dari ujung-ujung tiang.

4. Kok atau Shuttlecock
Suatu shuttlecock harus memiliki berat 4, 8-5, 6 gr serta mempunyai 14-16 helai bulu yang dilekatkan pada kepala dari gabus yang berdiameter 2, 5-2, 9 cm.

Panjang bulu dari ujung bawah hingga ujung yang melekat pada basic gabus kepalanya adalah6, 2 – 6, 9 cm. Bulu-bulu ini menebar menjauhi gabus serta berdiameter 5, 5-6, 3 cm pada ujung bawahnya, dan diikat dengan benang atau bahan lainnya pas sampai kuat.

5. Pemain
Permainan harus dimainkan oleh semasing satu permainan di satu unsur lapangan (pada permainan tunggal) atau semasing dua pemain di satu unsur (pada permainan ganda).

Bagian lapangan lokasi team yang menemukan giliran kerjakan servis diberi nama unsur dalam (inside), sedang unsur yang timnya terima servis diberi nama unsur luar (outside).

6. Pengundian
Sebelum laga diawali, wasit menyinggung ke-2 team/pemain yang bertentangan untuk mengundi pihak yang mempunyai hak kerjakan servis kesatu serta pilih unsur lapangan bikin timnya untuk memulai permainan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *